Ukich Oktiningtyas

Analisis Dampak  Impor  terhadap Permintaan dan Penawaran Kedelai  (Glycine max Merr.) di  Indonesia

Ukich Oktiningtyas* Nuhfil Hanani** Rosihan Asmara**

Permasalahan  utama  dalam mewujudkan  ketahanan  pangan  di  Indonesia saat  ini  adalah  terkait  dengan  fakta  bahwa  pertumbuhan  permintaan  komoditi pangan  yang  lebih  cepat  daripada  pertumbuhan  penyediaanya. Oleh  karena  itu, peningkatan  produktivitas  komoditi  pangan  harus  dipertahankan.  Salah  satu komoditi  yang  harus  ditingkatkan  produktivitasnya  adalah  kedelai.  Tanaman kedelai merupakan sumber bahan pangan nabati, dengan kandungan protein 39% memegang  peranan  penting  dalam  berbagai  aspek  ekonomi  di  Indonesia.  Di samping itu hasil olahan kedelai yang diperlukan masyarakat banyak, relatif lebih murah dan mudah di jangkau. Ketika produksi kedelai domestik tidak mencukupi permintaan akan kedelai, pemerintah menetapkan kebijakan untuk impor kedelai. Dengan  masuknya  kedelai  impor  ke  dalam  pasar  kedelai  nasional,  maka  hal tersebut mempengaruhi  sentimen  pasar  karena  harganya  yang  jauh  lebih  rendah dibandingkan  dengan  harga  kedelai  lokal.  Namun  saat  ini,  kondisi  menjadi terbalik. Pasokan kedelai baik domestik maupun impor sangat menurun, akibatnya penawaran  kedelai  domestik  tidak  mampu  memenuhi  permintaan  di  pasaran. Sehingga  membuat  pemerintah  mengambil  kebijakan  baru  menurunkan  bea masuk  yang  dulunya  sebesar  5-10% menjadi  0%  pada  saat  ini,  dengan  harapan pasokan dalam negeri mampu memenuhi tingkat kebutuhan akan kedelai.

Tujuan  penelitian  ini  adalah  (1).  Menganalisis  faktor-faktor  yang mempengaruhi permintaan kedelai di  Indonesia;  (2).   Menganalisis  faktor-faktor yang  mempengaruhi  penawaran  kedelai  di  Indonesia;  dan  (3)  Menganalisis dampak  impor terhadap permintaan dan penawaran kedelai di Indonesia. Adapun hipotesis  yang  diajukan  adalah  (1).  Diduga  faktor-faktor  yang  mempengaruhi permintaan kedelai di  Indonesia  adalah harga kedelai, harga  jagung, pendapatan per kapita,  jumlah penduduk, harga kedelai  impor dan permintaan kedelai  tahun sebelumnya; (2). Diduga faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran kedelai di Indonesia adalah harga kedelai, jumlah produksi kedelai, harga beras,  luas panen kedelai,  teknologi,  harga  kedelai  impor,  impor  kedelai  dan  penawaran  kedelai tahun  sebelumnya;  dan  (3).  Diduga  dampak  impor  terhadap  permintaan  dan penawaran kedelai di Indonesia adalah positif.

Data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  data  time  series  tahun 1992-2007  dan  dikumpulkan  dari  berbagai  sumber,  yaitu:  Biro  Pusat  Statistik (BPS),  Food  and  Agriculture  Organization  (FAO),  Departemen  Pertanian  RI (Deptan RI),  instansi-instansi  lain dan website yang berkaitan dengan penelitian. Model  yang  digunakan  dalam  penelitian  adalah model  persamaan  simultan  dan dianalisis  menggunakan  pendekatan  ekonometrika  dengan  metode  2SLS  dan aplikasi komputer menggunakan program The SAS System for Windows v6.12.

Analisis  pada  model  persamaan  simultan  dilakukan  dengan  tahapan penentuan dan perbaikan model,  identifikasi model,  estimasi model,  uji  statistikyang  terdiri  dari  uji  stationeritas  dan  uji  autokorelasi,  pengujian  model  regresi yang  terdiri  dari  uji  F,  koefisien  determinasi,  pengujian  penduga  parameter  dan
validasi model, serta tahapan terakhir adalah prosedur simulasi kebijakan.

Hasil  dari  penelitian  menunjukkan  bahwa  (1).  Faktor-faktor  yang berpengaruh secara nyata  terhadap permintaan kedelai di  Indonesia adalah harga kedelai domestik dan harga kedelai  impor  ;  (2). Faktor-faktor yang berpengaruh secara  nyata  terhadap  penawaran  kedelai  di  Indonesia  adalah  harga  kedelai domestik,  harga  beras,  harga  kedelai  impor  dan  impor  kedelai  Indonesia;  (3). Dampak  impor  terhadap  permintaan  dan  penawaran  kedelai  di  Indonesia menunjukkan  bahwa  untuk  dampak  impor  terhadap  permintaan  dan  penawaran kedelai di Indonesia adalah positif.

Hasil simulasi kebijakan penurunan harga kedelai impor sebesar 20% yaitu terjadinya  penurunan  permintaan  kedelai  di  Indonesia  sebesar  4,8%  dan  untuk penawaran  juga mengalami penurunan  sebesar 3,6%.   Sedangkan dampak  importerhadap permintaan dan penawaran kedelai di Indonesia  yang dilakukan dengan melakukan simulasi kebijakan peningkatan harga kedelai impor sebesar 20% yaitu terjadinya peningkatan permintaan kedelai di Indonesia sebesar 4,16% dan untuk penawaran juga terjadi peningkatan sebesar 3,24%.

Saran yang diajukan penulis adalah (1). Diharapkan pada tahun berikutnya produsen dalam hal  ini petani mampu meningkatkan produksinya sehingga dapat menurunkan  ketergantungan  Indonesia  terhadap  pasokan    kedelai  impor;  (2). Diharapkan  Pemerintah  dapat  membantu  produksi  kedelai  domestik  dengan
kegiatan seperti membuka lahan baru, pemberian pupuk bersubsidi kepada petani, meningkatkan keaktifan peran penyuluh  agar  lebih  intensif  terjun ke  lapang dan membuka  pelatihan  atau  sekolah  lapang  di  daerah  yang  berpotensi  untuk pengembangan  peningkatan  produksi  kedelai;  (3).  Penelitian  selanjutnya
diharapkan dilakukan dengan menambah variabel-variabel penting lainnya seperti tarif  impor  kedelai  dengan  harapan  dapat menggambarkan  dengan  jelas  adanya dampak impor terhadap permintaan dan penawaran kedelai.

Kata kunci: dampak impor, kedelai, permintaan, penawaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>