Pujiyanti Rahayu

Analisis Sikap dan Norma Subyektif Sebagai Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Petani Terhadap Pupuk Organik Kemasan

Pujiyanti Rahayu* Rini Dwi Astuti** Rosihan Asmara**

Mempelajari konsumen dalam keputusan pembelian adalah hal yang penting karena dengan pengetahuan dasar yang baik mengenai perilaku konsumen akan dapat membawa masukkan yang berarti bagi perencanaan strategi pemasaran guna untuk meningkatkan pejualan suatu produk. Tujuan pemasaran tersebut akan tercapai jika strategi yang dilakukan tepat sasaran, untuk itu diperlukan suatu analisis yang bisa mengukur perilaku konsumen dan faktor yang mempengaruhi petani pada tiap strata di lokasi penelitian. Dalam penelitian ini terdapat beberapa pertanyaan pokok penelitian yaitu: (1) Bagaimana sikap (AB) petani pada tiap strata terhadap pupuk organik kemasan (2) Bagaimana Norma Subyektifnya (SN) mempengaruhi perilaku petani pada tiap strata (3) Bagaimana tingkat keinginan bertindak/behavioral intention (BI) petani terhadap pupuk organik kemasan setelah dipengaruhi oleh Norma Subyektifnya (SN) pada tiap strata  dan (4) Faktor manakah yang lebih dominan mempengaruhi perilaku petani terhadap pembelian pupuk organik kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis sikap petani terhadap pupuk organik kemasan pada tiap strata yang ada di desa Tulungrejo (2) Menganalisis faktor Norma Subyektifnya (SN) terhadap perilaku petani pada tiap strata (3) Menganalisis tingkat keinginan bertindak (BI) terhadap perilaku pembelian pupuk organik kemasan pada tiap strata dan (4) Menganalisis bobot nilai (w) variabel sikap (w1) dan variabel norma subyektif (w2) untuk melihat variabel (faktor) mana yang dominan mempengaruhi perilaku pembelian petani terhadap pupuk organik kemasan.

Pembatasan penelitian dilakukan untuk mempersempit ruang lingkup penelitian. Produk yang dijadikan obyek penelitian hanya dibatasi pada pupuk organik yang dikemas dan memiliki merek suatu perusahaan yang berjenis padatan/granule, cair, maupun serbuk. Sementara itu perilaku (B) diukur dengan pendekatan Behavioral Intention/keinginan bertindak (BI) dan hanya menganalisis faktor sikap terhadap atibut produk (AB) dan Norma subyektif (SN). Kelompok referensi yang menjadi Norma Suyektif (SN) pada penelitian ini dibatasi hanya terdiri dari  keluarga, tetangga, kelompok tani dan tenaga penjual pupuk organik kemasan. Petani di lokasi penelitian diklasifikasikan kedalam 3 strata berdasarkan perilakunya pada saat penelitian ini dilakukan yaitu Strata I adalah petani yang saat penelitian dilakukan sedang menggunakan pupuk organik kemasan, strata II adalah petani yang saat penelitian dilakukan tidak menggunakan pupuk organik kemasan namun sebelumnya pernah menggunakan dan strata III adalah petani yang belum pernah menggunakan pupuk organik kemasan. Dan petani yang dijadikan sampel dibatasi hanya petani sayur. Penelitian ini dilaksanakan periode Januari 2008 sampai dengan April 2008 di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Penelitian ini dilakukan di desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji Kota Batu dengan penentuan secara purposive sampling. Pengambilan sampel respoden dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mensensus data petani sayur yang didapat dari Kepala Dusun Junggo, Petugas Penyuluh Lapang (PPL) dan Kelompok petani sayur Tulungrejo sehingga didapat sampel sebanyak 57 petani sayur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis uji Cochran Qtes, uji validitas dan uji Fishbein- Behavioral Intention/keinginan bertindak (BI).

Hasil penelitian menunjukkan keenam atribut pupuk organik kemasan yang terdiri dari harga pupuk organik kemasan, jumlah panen, kualitas produk hasil panen, kesuburan tanah, ramah lingkungan dan aman dalam aplikasi dinyatakan valid setelah diuji Cochran. Hasil penelitian sikap petani terhadap pupuk organik kemasan menyatakan pada kelompok petani strata I yaitu petani yang saat ini menggunakan pupuk organik kemasan disimpulkan bahwa hampir seluruhnya cenderung bersikap positif, pada strata II yaitu petani yang pernah menggunakan pupuk organik kemasan namun saat ini tidak lagi menggunakan disimpulkan mayoritas kecenderungannya bersikap “netral”. Sedangkan pada petani strata III disimpulkan mayoritas bersikap “netral”. Sehingga, rata-rata petani dilokasi penelitian bersikap “netral” terhadap pupuk organik kemasan. Sementara itu, Kelompok referensi (atribut Norma subyektif) yang terdiri dari keluarga, tetangga, kelompok tani dan penjual  dipercaya oleh responden akan mempengaruhi perilaku responden terhadap pupuk organik kemasan. Dan kelompok referensi yang paling memotivasi responden pada (semua strata) untuk mengikuti pengaruh kelompok referensi adalah kelompok tani. Lebih spesifik pada strata I dan strata III kelompok referensi yang memotivasi dari urutan terbesar sampai terkecil adalah kelompok tani, keluarga, penjual, tetangga. Sedangkan pada strata II kelompok referensi yang paling memotivasi responden adalah kelompok tani, kemudian diikuti oleh keluarga, lalu tetangga dan penjual.

Secara menyeluruh, responden cenderung untuk membeli pupuk organik kemasan, dikarenakan pada strata I mayoritas responden cenderung “mungkin beli” untuk membeli pupuk organik kemasan, strata II cenderung “ragu” dan “mungkin beli” sedangkan pada strata III responden cenderung “mungkin beli” pupuk organik kemasan. Dan faktor yang paling mempengaruhi perilaku responden terhadap pembelian pupuk organik kemasan pada strata I, II dan III adalah faktor norma subyektif (SN) dengan bobot rata-rata nilai52%, 53% dan 54%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>