Dian Dwi Cahyanti

Analisis Pendapatan Usahatani Tebu (Saccharum Officinarum) Dan Hubungan Faktor Sosial Ekonomi  Petani Dengan Keputusan Penggunaan Pupuk Kompos Blotong (Studi Kasus Di Kecamatan Bantur   Kabupaten Malang)

Dian  Dwi  Cahyanti* Budi Setiawan** Rosihan Asmara**

Tebu  (Saccharum  officinarum)  merupakan  bahan  baku  gula  yang diperkirakan telah sangat lama diusahakan di Jawa. Sejalan dengan meningkatnya industri  makanan  dan  minuman  maupun  konsumsi langsung  oleh  masyarakat, maka  laju  permintaan  gula  pun  ikut  meningkat.    Dalam  kondisi  seperti ini seharusnya produksi  tebu mengalami kenaikan  agar  terjadi keseimbangan antara jumlah permintaan dan produksinya.

Banyak  permasalahan  yang  terkait  dengan  penurunan  produktifitas  gula saat  ini  salah  satunya  yaitu masalah  kesuburan  lahan  yang  sering  menjadi persoalan dalam budidaya tanaman tebu. Idealnya tanah harus memiliki kesuburan kimia,  fisika,  dan  biologi  yang  cukup,  dengan  begitu  tanaman  akan  tumbuh dengan  normal. Untuk meningkatkan  kembali  bahan  organik  tanah, maka  salah satu alternatifnya dengan penggunaan pupuk organik.   Salah  satu bahan organik yang dapat dijadikan alternatif dalam pembuatan pupuk kompos adalah blotong. Penggunaan  pupuk  kompos  berbahan  baku  blotong  pada  usahatani tebu, diharapkan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Keputusan yang diambil  petani dalam  penggunaan  pupuk  kompos  selain  karena  produksi  yang tinggi  juga  dipengaruhi  oleh  berbagai faktor.  Salah  satu  faktor  yang mempengaruhi yaitu faktor sosial ekonomi petani antara lain adalah umur, tingkat pendidikan,  pengalaman  petani  dalam  berusaha  tani,  tingkat  pendapatan,  luas lahan dan penyuluhan.

Dari      uraian    diatas,  maka  dapat    dirumuskan  beberapa  permasalahan yaitu: 1) Bagaimana  tingkat produksi, biaya  total dan pendapatan usahatani  tebu pada  petani  yang menggunakan  kompos  dan  yang tidak menggunakan  kompos, 2)  Bagaimana  hubungan  antara  faktor-faktor  sosial  ekonomi  dengan keputusan petani  terhadap  penggunaan  pupuk  kompos  dalam  usahatani  tebu.  Tujuan  dari penelitian ini  adalah:  1)  Menganalisis  dan  membandingkan  tingkat  produksi, biaya total dan pendapatan usahatani tebu pada petani yang menggunakan kompos dan yang tidak menggunakan kompos dan 2) Menganalisis hubungan antara faktor sosial  ekonomi  dengan  keputusan  petani  terhadap  penggunaan  pupuk  kompos dalam usahatani tebu.

Untuk  menjawab  tujuan  tersebut  dibuat  hipotesis  sebagai  berikut  : 1)  Diduga  produksi  dan  tingkat pendapatan  petani  yang  menggunakan  pupuk kompos  dalam  usahatani  lebih  tinggi  daripada  petani yang  tidak menggunakan pupuk kompos, 2) Diduga  faktor  sosial  ekonomi petani  seperti  : Umur, Tingkat Pendidikan,  Luas  Lahan,  Tingkat  Pendapatan,  Pengalaman  Usahatani,  serta Penyuluhan  berhubungan dengan  keputusan  petani  terhadap  penggunaan  pupuk kompos dalam usahatani tebu. Hasil  penelitian menunjukan  bahwa  besarnya  total  biaya  rata-rata perhektar  usahatani  tebu  petani  yang  menggunakan kompos  sebesar  Rp. 27.6185.00,17 dan yang  tidak menggunakan kompos  sebesar Rp. 27.632.838,00. Sedangkan besarnya rata-rata produksi perhektar yang dihasilkan sebesar 1.290,17 kw  untuk  usahatani tebu  yang  menggunakan  kompos  dan  1.263,50  untuk usahatani yang tidak menggunakan tebu. Dari hasil produksi dan total biaya dapat dihitung besarnya pendapatan perhektar petani  tebu  yang menggunakan kompos sebesar  Rp.  4.579.833,17  dan  Rp.  3.709.162,00  untuk  pendapatan  petani  dari usahatani tebu yang tidak menggunakan kompos. Untuk analisis hubungan antara faktor  sosial  ekonomi petani  dengan  keputusan  penggunaan  kompos  yang dihitung  dengan  analisis  spearman,  didapatkan hasil  bahwa  tidak  semua  faktor sosial  ekonomi  berhubungan  dengan  keputusan  penggunaan  kompos pada usahatani  tebu. Dari ke enam faktor sosial ekonomi yaitu umur, pendidikan,  luas lahan,  pendapatan, pengalaman  dan  penyuluhan  hanya  dua  faktor  yang berhubungan  nyata  dengan  tingkat  keputusan penggunaan  kompos  yaitu pengalaman berusahatani tebu dan tingkat penyuluhan.

Kesimpulan  yang  didapat  dari  penelitian  adalah:  1)  Dari  perhitungan analisis  usahatani  tebu  dan dilakukan  perhitungan  uji  t  diperoleh  hasil  tidak adanya  perbedaan  yang  nyata  antara    rata-rata produksi,  biaya  total  dan pendapatan  pada  usahatani  tebu  yang  menggunakan  kompos  dan  yang tidakmenggunakan kompos,  2) Dari 6  faktor  sosial  ekonomi petani hanya dua  faktor sosial  ekonomi yang  berhubungan  dengan  keputusan  penggunaan  kompos  yaitu faktor pengalaman usahatani petani dan banyaknya kontak dengan penyuluh. Saran  yang  dapat  diberikan  dalam  penelitian  ini  adalah sebagai  berikut: 1) Diharapkan penyuluhan mengenai penggunaan pupuk kompos blotong dengan yang tepat  dalam  usahatani  tebu  terus  dilakukan  secara  intensif  dan  dalam penyuluhan dijelaskan  lebih jelas mengenai manfaat dan prospek pupuk kompos blotong  guna  perbaikan  lahan  dengan  cara pemberian  literatur  penelitian  yang sesuai  dengan  manfaat  kompos  bagi  perbaikan  struktur  lahan. Sehingga diharapkan  pada  akhirnya  banyak  petani  yang  lebih menyadari  dan memahami manfaat  dari pupuk  kompos  untuk  peningkatan  produkstivitas  lahan  secara berkelanjutan, 2) Peneliti yang ingin melakukan penelitian mengenai penggunaan pupuk  organik yang sejenis, hendaknya waktu penelitian dilakukan lebih panjang dengan pertimbangan hasil yang diperlihatkan dengan penggunaan pupuk organik biasanya baru dapat terlihat setelah beberapa kali masa tanam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>