Diah Dwi Astuti Lestari

Analisis Perbandingan Pengeluaran Pangan Dan Non Pangan Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan (Studi Kasus di Kabupaten Jombang dan Kabupaten Situbondo)

Diah Dwi Astuti Lestari* Ratya Anindita** Rosihan Asmara**

Prioritas utama dalam pembangunan adalah peningkatan ketahanan pangan. Dalam kasus ketahanan pangan selama ini perhitungan pengeluaran pangan oleh seorang rumah tangga yang hanya diperhatikan sedangkan pengeluaran non pangan tidak pernah diperhitungkan seberapa besar pengeluaran yang tercakup dalam aspek pengeluaran non pangan yang akhirnya dapat memperbesar alokasi pengeluaran rumah tangga tiap waktu.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sumber-sumber pendapatan yang diperoleh rumah tangga dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan non pangan apakah berasal dari sektor on farm dan off farm di dua daerah yaitu tahan pangan dan rawan pangan, menganalisis pengeluaran pangan dan non pangan yang terjadi pada tingkat rumah tangga, dan membandingkan tingkat alokasi pendapatan yang dikeluarkan untuk pengeluaran pangan dan non pangan pada masing-masing daerah. Adapun hipotesis yang diajukan adalah sumber pendapatan yang diperoleh rumah tangga yang didapat di daerah tahan pangan lebih banyak off farm daripada on farm sedangkan daerah rawan pangan sumber pendapatan rumah tangga lebih banyak bersumber dari sektor on farm daripada sektor off farm, pola pengeluaran pangan dan non pangan untuk daerah tahan pangan lebih rendah daripada daerah rawan pangan sebaliknya, tingkat perbandingan pendapatan yang diperoleh rumah tangga di daerah tahan pangan sebagian besar dialokasikan untuk pengeluaran non pangan daripada pengeluaran pangan sebaliknya.
Penelitian ini menggunakan data yang didapat dari data primer melalui wawancara secara langsung dengan panduan kuisioner. Analisa data yang digunakan adalah tingkat pendapatan rumah tangga, pengeluaran rumah tangga, dan setelah itu pengujian dengan uji t.
Hasil analisis menunjukkan sumber-sumber pendapatan yang diperoleh di daerah tahan pangan yaitu di Jombang sebagian besar pendapatan rumah tangga berasal dari sektor off farm sebaliknya sumber-sumber pendapatan rumah tangga yang diperoleh di daerah rawan pangan Situbondo sebagian besar pendapatan rumah tangga berasal dari sektor on farm ditunjukkan oleh keuntungan usahatani per bulan tahan pangan sebesar Rp 163321,24 lebih kecil dari rawan pangan Rp 1215584,14. Sedangkan untuk off farm tahan pangan lebih besar dari rawan pangan yaitu Rp1263857,84 dan Rp 217779,57.  Pendapatan non usahatani per bulan di daerah tahan pangan relatif lebih besar dari rawan pangan ditunjukkan dengan Rp 1263857,84 dan  Rp 217779,57.
Untuk analisis pengeluaran pangan di daerah tahan pangan lebih besar dari rawan pangan yaitu Rp 556127,29 kap/bln dan Rp 593009,68 kap/bln dari sini dapat dijadikan ukuran bahwa semakin kecil pengeluaran pangan maka tingkat ketahanan pangan relatif besar hal tersebut didapat di daerah tahan pangan sebaliknya semakin besar pengeluaran pangan maka tingkat ketahanan pangan relatif kecil. Total pendapatan rumah tangga didapat dari penjumlahan dari keuntungan usahatani per bulan dan pendapatan non usahatani per bulan untuk tahan pangan sebesar Rp 1427179, 08 sedangkan rawan pangan sebesar Rp 1433363,71. Hasil pengujian t test bahwa tahan pangan thitung = 1,462 ≤ ttabel  = 1,997 berarti antara pengeluaran pangan dan non pangan tidak ada perbedaan nyata begitu juga dengan daerah rawan pangan thitung = 0,449 ≤ ttabel = 2 berarti tidak ada perbedaan yang nyata antara pengeluaran pangan dengan non pangan.
Saran yang diberikan melalui penelitian ini seharusnya sangat memperhatikan tingkat kesehatan sehingga rumah tangga menuju program ketahanan pangan lebih terjamin. Walaupun dalam hal pengeluaran pangan jenis serealia lebih tinggi dari kesehatan, seharusnya sama-sama tinggi sehingga terjadi keseimbangan.
Saran selanjutnya adalah diperlukan analisa perbandingan pengeluaran pangan dan non pangan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang lebih dihubungkan lagi dengan tingkat kecukupan gizi rumah tangga sehingga dalam pengukuran ketahanan pangan lebih akurat.

Kata Kunci : Pengeluaran Pangan, Pengeluaran Non Pangan, Ketahanan Pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>