Bita Noor Rahmah

Analisis Pemahaman Gizi Ibu Rumahtangga Dalam Diversifikasi Pangan
(Studi Kasus di Dusun Klagen, Kabupaten Jombang dan Dusun Krajan, Kabupaten Probolinggo)
Bita Noor Rahmah*, Nuhfil Hanani**, Rosihan Asmara**

Diversifikasi pangan merupakan salah satu pilar utama dalam ketahanan pangan. Diversifikasi pangan yang terdiri atas dua dimensi pokok diantaranya adalah diversifikasi dalam pola menu konsumsi pangan dimana terdapat keaneka-ragaman bahan makanan yang dikonsumsi sehingga memenuhi kebutuhan gizi yang bermutu dan seimbang; serta diversifikasi sumber bahan pangan untuk masing-masing jenis gizi yang dibutuhkan (Amang, 1995). Diversifikasi pangan kurang berjalan secara efektif akibat rendahnya pengetahuan yang dimiliki oleh ibu rumahtangga (Widadie, 1998). Pengetahuan gizi yang dimiliki ibu rumahtangga merupakan bagian dari proses pembelajaran dalam proses pengambilan keputusan (Mangkunegara, 2002). Pengetahuan gizi yang berbeda dapat menimbulkan perbedaan pemahaman gizi yang berdampak pada keputusan yang diambil oleh ibu rumahtangga khususnya dalam melakukan konsumsi makanan beragam. Perbedaan pemahaman dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal.
Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman gizi ibu rumahtangga di daerah tahan pangan, yaitu Dusun Klagen, Desa Kepuh Kembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang dan daerah agak rawan pangan, yaitu Dusun Krajan, Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo (2) menganalisis hubungan antara tingkat pemahaman gizi ibu rumahtangga dengan tingkat kecukupan energi dan tingkat kecukupan protein.
Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja di Dusun Klagen Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang sebagai daerah dengan kategori tahan pangan. Dan Dusun Krajan Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo sebagai daerah dengan kategori agak rawan pangan. Dengan pertimbangan kedua daerah tersebut merupakan kabupaten yang memiliki kecamatan dengan kriteria tahan pangan dan agak rawan pangan dengan prosentase terbesar.  Jumlah sampel yang diambil adalah 31 responden untuk masing-masing dusun berdasarkan responden pada proyek diversifikasi pangan.
Adapun hipotesis yang diajukan adalah (1) diduga bahwa faktor-faktor yang berpengaruh adalah umur ibu rumahtangga, tingkat pendidikan ibu rumahtangga, jumlah angggota rumahtangga usia anak-anak dan balita, pendapatan rumahtangga, sumber informasi, dan daerah (2)  diduga semakin tinggi tingkat pemahaman gizi ibu rumahtangga maka semakin tinggi tingkat kecukupan energi dan proteinnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman gizi ibu rumahtangga dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Tingkat kecukupan gizi dianalisis dengan menghitung tingkat konsumsi energi dan protein aktual menggunakan Angka Kecukupan Energi (AKE) dengan standar normatif 2.200 kkal/kap/hari dan Angka Kecukupan Protein (AKP) dengan standar normatif 52 gr/kap/hari. Dan hubungan antara tingkat pemahaman gizi ibu rumahtangga dengan tingkat kecukupan energi dan tingkat kecukupan protein dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi Rank Spearman.
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dari 6 variabel independen yang terdapat dalam model, ada 4 variabel saja yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman gizi ibu rumahtangga. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman gizi ibu rumahtangga secara signifikan adalah umur ibu rumahtangga (X1), pendidikan ibu rumahtangga (X2), sumber informasi (X5), dan daerah responden (D1). Untuk umur ibu rumah tangga berpengaruh negatif terhadap skor pemahaman, yaitu ibu rumahtangga yang berusia lebih tua memiliki pemahaman gizi yang lebih rendah dibanding ibu rumahtangga yang berusia lebih muda. Sedangkan untuk pendidikan ibu rumahtangga berpengaruh secara positif terhadap pemahaman ibu rumahtangga, yaitu semakin tinggi pendidikan ibu rumahtangga maka semakin tinggi pula tingkat pemahamannya terhadap gizi. Untuk sumber informasi berpengaruh secara posiitif terhadap pemahaman gizi ibu rumahtangga, yaitu semakin banyak sumber informasi yang dimiliki maka akan semakin besar pula pemahamannya terhadap gizi. Dan untuk daerah responden, juga memiliki pengaruh yang positif terhadap tingkat pemahaman gizi ibu rumahtangga. Daerah dengan kategori tahan pangan ibu rumahtangganya akan memiliki pemahaman gizi yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan daerah agak rawan pangan.
Rerata angka kecukupan energi pada rumah tangga responden di dusun Kembeng Jombang adalah sebesar 1885,65 kkal/kap/hari dan angka kecukupan protein sebesar 52,63 gr/kap/hari. Jika dibandingkan dengan angka kecukupan energi normatif sebesar 2200 kkal/kap/hari maka  terdapat selisih 314,35 kkal/kap/hari dan untuk angka kecukupan protein memiliki selisih sebesar 0,63 gr/kap/hari Sedangkan rerata angka kecukupan energi pada rumah tangga responden di dusun Krajan, Probolinggo adalah sebesar 2034,01 kkal/kap/hari dan angka kecukupan protein sebesar 54,05 gr/kap/hari. Jika dibandingkan dengan angka kecukupan energi normatif maka  terdapat selisih 165,99 kkal/kap/hari dan untuk angka kecukupan protein memiliki selisih sebesar 2,05 gr/kap/hari. Dengan demikian dapat diketahui bahwa angka kecukupan energi masih belum tercapai dikedua daerah,  sedangkan untuk angka kecukupan protein sudah melebihi standar normatifnya.
Hasil analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa tingkat kecukupan energi dan tingkat kecukupan protein tidak memiliki hubungan dengan tingkat pemahaman gizi ibu rumahtangga karena thitung ttabel. Hal ini dikarenakan adanya faktor kebiasaan yang menjadi pertimbangan ibu rumahtangga dalam menentukan menu makanan.
Saran yang dapat diberikan berkaitan dengan rendahnya pemahaman gizi yang dimiliki  oleh ibu rumahtangga terutama yang berusia diatas 45 tahun yang disebabkan oleh rendahnya pendidikan yang pernah ditempuh. Oleh karena itu sebaiknya pemberian informasi mengenai pangan yang beragam diorientasikan pada ibu-ibu muda karena akan lebih mudah dalam menyerap informasi.
Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk menggunakan konsep konsumsi pangan yang bermutu dan berimbang untuk melengkapi penelitian ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>