Rudy Rahadian

Pemetaan Ketahanan Pangan Wilayah Propinsi Jawa Timur Berbasis Sistem Informasi Geografi.

Rudy Rahadian* Nuhfil Hanani** Rosihan Asmara**

Seiring dengan digulirkannya otonomi daerah, maka pemerintah daerah bertanggung jawab penuh dalam merencanakan strategi penanganan masalah kerawanan pangan. Otonomi daerah menuntut pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi dan sumberdaya yang tersedia dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi. Sehingga kebijakan pembangunan daerah akan sangat bergantung pada hal tersebut yang akan disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing. Visualisasi ketahanan pangan wilayah adalah salah satu cara untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat dan terarah. Sehigga Pemetaan Ketahanan Pangan merupakan salah satu main project untuk mendapatkan informasi yang jelas dan mudah juga akurat mengenai ketahanan pangan di wilayah Jawa Timur. Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan salah satu  alat yang sering digunakan untuk mempermudah pemetaan ketahanan pangan di berbagai wilayah dunia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat peta ketahanan pangan di empat Kabupaten di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Situbodo, Kabupaten Pamekasan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari BPS, Dinas Pertanian, dan beberapa institusi lain yang bisa mendukung. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Pada penelitian ini, Ketahanan Pangan didasarkan pada tiga aspek (broad category) yaitu Ketersediaan Pangan (food availability), Akses Pangan (Food Accesibility) dan Kesehatan dan Gizi (Healthiness and Nutrient). Dari ketiga aspek tersebut kemudian akan didapat sepuluh indikator ketahanan pangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Malang merupakan wilayah yang termasuk kategori agak tahan pangan dengan prioritas penanganan Prioritas 4. Indikator yang menjadi penyebab kerawanan pangan pangan di Kabupaten Malang adalah masih minimnya akses air bersih, akses listrik yang belum merata, serta masih banyaknya jumlah keluarga miskin. Kabupaten Kediri termasuk wilayah yang memiliki kategori tahan pangan. Kabupaten Situbondo merupakan wilayah yang agak tahan pangan dengan prioritas penanganan prioritas 4. Indikator yang menjadi penyebab kerawanan pangan di Kabupaten Situbondo adalah jumlah keluarga miskin yang masih besar, akses listrik yang belum merata, dan angka harapan hidup yang masih relatif rendah. Kabupaten Pamekasan merupakan wilayah yang termasuk ke dalam dua kategori yaitu agak rawan pangan dan agak tahan pangan. Indikator yang menjadi faktor utama penyebab kerawanan pangan di Kabupaten Pamekasan adalah Ketersediaan Pangan yang kurang, Jumlah keluarga miskin yang masih cukup banyak, akses listrik yang belum merata serta masih cukup banyaknya jumlah perempuan buta huruf.
Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa Peta ketahanan pangan merupakan salah satu alat yang efektif untuk digunakan sebagai progress monitor dalam pembangunan ketahanan pangan. Karena dengan peta ketahanan pangan ini, para pengambil kebijakan akan mendapatkan informasi yang cepat dan akurat mengenai kondisi ketahanan pangan wilayah, serta menjadi referensi utama bagi prioritas pembangunan ketahanan pangan di wilayah Jawa Timur. Sehingga diharapkan peta ketahanan ini dapat dimanfaatkan dengan baik diberbagai Kabupaten di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>