Category Archives: Jurnal

Analisis Efisiensi Alokatif Agroindustri Chips Ubi Kayu Sebagai Bahan Baku Mocaf (Modified Cassava Flour)

Analisis Efisiensi Alokatif Agroindustri Chips Ubi Kayu
Sebagai Bahan Baku Mocaf (Modified Cassava Flour)

 Rosihan Asmara1, Nuhfil Hanani, Abid Eka Pradana1

ABSTRAK

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah (1) Menganalisis besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan kelayakan usaha kelompok agroindustri pengolahan chips ubi kayu. (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi chips ubi kayu. (3) Menganalisis efisiensi alokatif penggunaan faktor produksi chips ubi kayu di daerah penelitian. Hasil penelitian antara lain adalah agroindustri chips ubi kayu secara rata – rata telah mengalami keuntungan dalam usahanya dan berarti agroindustri chips ubi kayu layak untuk di usahakan. Berdasarkan nilai r/c rasio didapatkan nilai 1,089 yang berarti lebih dari 1. Dalam hal ini setiap Rp. 1,00 yang diinvestasikan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,089. Faktor produksi yang berpengaruh secara nyata terhadap produksi chips adalah ubi kayu. Dari hasil analisis diketahui bahwa nilai NPMx/Px alokasi ubi kayu sebesar 1,28 dimana angka tersebut lebih besar dari satu, sehingga alokasi bahan baku ubi kayu di daerah penelitian belum efisien. Dengan demikian penambahan alokasi penggunaan bahan baku ubi kayu dapat dilakukan jika kelompok agroindustri pengolahan chips ubi kayu di daerah penelitian masih menginginkan keuntungan yang lebih besar lagi.

Kata kunci :  Efisiensi Alokatif, Agroindrustri, Chips Ubi Kayu, Mocaf.

Posted in Jurnal | Tagged , , , , | Leave a comment

Analisis Pemahaman Gizi Ibu Rumah Tangga Dalam Diversifikasi Pangan

ANALISIS PEHAMAHAN GIZI IBU RUMAHTANGGA DALAM DIVERSIFIKASI PANGAN
(Studi Kasus Di Dusun Klagen, Kabupaten Jombang dan Dusun Krajan, Kabupaten Probolinggo)

Bita Noor Rahmah*, Nuhfil Hanani**, Rosihan Asmara**

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis faktor yang mempengaruhi pemahaman gizi ibu rumahtangga (2) Menganalisis hubungan antara pemahaman gizi ibu rumahtangga dengan tingkat kecukupan energi dan protein. Faktor yang mempengaruhi pemahaman gizi ibu rumahtangga dianalisis menggunakan perhitungan regresi dengan metode OLS dan tingkat kecukupan gizi dihitung dengan AKE dan AKP. Hubungan pemahaman gizi ibu dengan tingkat kecukupan gizi dianalisis dengan korelasi Rank Spearman. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dari 6 variabel independen, hanya 4 variabel yang berpengaruh signifikan terhadap pemahaman gizi ibu rumahtangga. Umur ibu rumah tangga berpengaruh negatif terhadap skor pemahaman gizi, dengan koefisien regresi sebesar -0,072. Pendidikan ibu rumahtangga berpengaruh positif dengan koefisien regresi sebesar 0,453. Sumber informasi berpengaruh positif dengan koefisien regresi 0,633. Sedangkan daerah berpengaruh positif dengan koefisien regresi 2,075. Hasil analisis AKE dan AKP menunjukkan bahwa AKE di dusun Klagen, Jombang sebesar 1885,65 dan di dusun Krajan Probolinggo sebesar 2034,01. AKP di Dusun Klagen, Jombang sebesar 52,63 dan di dusun Krajan Probolinggo sebesar 54,05. Tingkat konsumsi energi masih belum mencapai AKE normatif (2200 kkal/kap/hari) dan tingkat konsumsi protein sudah melebihi AKP normatif (52 gr/kap/hr). Hasil korelasi Rank Spearman menunjukkan pemahaman gizi ibu rumahtangga tidak berhubungan dengan AKE dan AKP. Saran dari penelitian adalah: (1) Informasi gizi sebaiknya diorientasikan untuk ibu usia muda (2) Saran untuk penelitian selanjutnya adalah menggunakan konsep bermutu dan berimbang untuk melengkapi penelitian ini.

Kata kunci: Diversifikasi pangan, pemahaman gizi ibu rumahtangga, AKE, AKP

Posted in Jurnal | Tagged , , , , , | Leave a comment

Posisi Daya Saing Dan Spesialisasi Perdagangan Teh

Posisi Daya Saing Dan Spesialisasi Perdagangan Teh Indonesia Dalam Menghadapi Globalisasi.

Lucky Firmansyah* Rosihan Asmara** Nida Mulyawaty Maarthen**

Teh (Camelia sinensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai kontribusi strategis dalam devisa negara dan pembangunan negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis daya saing teh Indonesia dengan negara lain di pasar internasional dan untuk menganalisis spesialisasi perdagangan teh Indonesia di perdagangan internasional. Hasil penelitian menunjukkan Posisi daya saing teh Indonesia lebih rendah dibandingkan Kenya, Sri Lanka, India, dan China. Hal ini diindikasikan dari nilai indeks RCA teh Indonesia (0,34) dibawah negara Kenya (27,77), Sri Lanka (19,31), India (1,80), dan China (0,36). Teh Indonesia kompetitif dengan teh China atau dapat dikatakan pesaing terdekat teh Indonesia adalah teh China. Nilai ISP teh Indonesia diatas Kenya (0,96), India (0,96), dan China (0,93), namun dibawah Sri Lanka (0,99).

Kata kunci: daya saing, spesialisasi perdagangan, RCA, ISP

Posted in Jurnal | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Analisis Sikap dan Norma Subyektif

Analisis Sikap dan Norma Subyektif Sebagai Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Petani Terhadap Pupuk Organik Kemasan

Pujiyanti Rahayu* Rini Dwi Astuti** Rosihan Asmara**

Abstrak

Program Go Organic 2010 yang berslogan back to nature meningkatkan permintaan akan produk-produk organik sehingga terciptanya peluang bisnis yang besar bagi produsen pupuk organik kemasan. Dikarenakan hasil dari banyak penelitian menyatakan bahwa sikap positif seseorang tidak selalu diikuti dengan pembelian suatu produk maka kajian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian terhadap pupuk organik kemasan perlu dilakukan. Berlandaskan teori reasoned action, perilaku diukur dengan keinginannya untuk bertindak sehingga tujuan penelitian bisa tercapai yaitu mengukur keinginan bertindak petani terhadap pupuk organik kemasan setelah dipengaruhi oleh faktor sikap dan faktor norma subyektif. Dengan mengamati perilaku petani pada kelompok tani yang sedang menggunakan pupuk organik kemasan (strata I), kelompo tani yang pernah menggunakan pupuk organik kemasan namun tidak lagi menggunakan saat ini (strata II) dan kelompok petani yang belum pernah menggunakan pupuk organik kemasan (strata III), hasil penelitian menyatakan bahwa keinginan bertindak petani strata I dan III cenderung membeli sedangkan petani strata III cenderung ragu untuk membeli pupuk organik kemasan. Hal tersebut bisa terjadi karena mayoritas petani pada semua strata memiliki sikap ”netral” terhadap pupuk organik kemasan. Selain itu, dalam mengambil keputusan pembelian petani juga mendapatkan pengaruh dari  kelompok referensinya dan kelompok referensi yang paling berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian oleh petani. Kemudian dari hasil analisis juga dinyatakan bahwa norma subyektif merupakan faktor dominan yang mempengaruhi perilaku petani dalam mengambil keputusan pembelian terhadap pupuk organik kemasan.

Kata kunci : pupuk organik kemasan, keinginan bertindak, sikap, norma subyektif.

Posted in Jurnal | 2 Comments