Category Archives: Academic

Program E-Learning Sebagai Upaya Peningkatan World Class University

Dalam rangka peningkatan World Class University (WCU), Segenap Pimpinan Universitas Brawijaya mulai Tingkat rektorat sampai tingkat jurusan melakukan rapat kerja di Kusuma Agrowisata Batu. Salah satu agenda yang menjadi perhatian utama adalah peningkatan pembelajaran menggunakan media ICT.

Pembelajaran yang menggunakan media elektronik tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran. Pembelajaran yang konfensional yang hanya menggunakan tatap muka murni dilengkapi dengan elearning yang berisi tentang semua materi dan bahan ajar.

Berbagai isu yang disajikan adalah :

- Mempunyai banyak kelas dan mahasiswa  ?
- Waktu anda habis untuk mengajar ?
- Ingin menerapkan student centered Leaning ?
- Ingin mahasiswa anda aktif dan mandiri ?
- Ingin mahasiswa anda mempunyai sumber belajar yang lebih luas
- Ingin PS, Jurusan, Fakultas, Universitas maju ?
- Menginginkan diri sendiri tidak dianggap sebagai dosen yang ketinggalan zaman?
Bagi pimpinan isu yang berkembang adalah :
- Mengetahui Materi apa yang diberikan dosen di “tim teaching” ?
- Bagaimana “tim teaching” melakukan evaluasi?
- Berapa alokasi waktu efektif dosen dalam “tim teaching” memberikan materi?
Dalam terminologi E-Learning, berbagai definisi telah dikemukakan oleh berbagai ahli, akan tetapi secara umum definisi E-Learning adalah pembelajaran menggunakan media elektronik.
Posted in Academic, Activity | Tagged | Leave a comment

Kurva Penawaran

B.2.  Kegiatan 2: Penawaran Barang dan Jasa Pada Pasar Kompetitif
B.2.1.  Tujuan Kegiatan
Setelah mempelajari bagian ini, mahasiswa diharapkan dapat:

  • Memahami pasar kompetitif pada aktivitas ekonomi
  • Menjelaskan proses dan hukum penawaran pada pasar kompetitif
  • Menggambarkan kurva penawaran dan serta menghitung jumlah barang yang ditawarkan berdasarkan penawarannya.
  • Mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi penawaran suatu barang dan jasa

B.2.2. Uraian Materi Belajar 2
Sampai di mana keinginan para penjual menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. Diantaranya yang penting adalah:

  1. Harga barang itu sendiri
  2. Harga barang-barang lain (barang-barang substitusi)
  3. Biaya produksi
  4. Tujuan-tujuan perusahaan
  5. Tingkat teknologi yang digunakan.

Kurve penawaran adalah kurve yang menunjukkan hubungan antara tingkat harga barang tertentu dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual.

Tabel 2.2. Tabel Penawaran Hand Phone

Titik A pada kurve, menggambarkan pada harga HP Rp. 1.000.000,-  jumlah HP yang ditawarkan penjual  sebanyak 900 buah;   titik B menunjukkan pada harga Rp. 900.000,- jumlah HP yang ditawarkan penjual sebanyak 800 buah, dan seterusnya.  Kurve penawaran pada umumnya naik dari kiri bawah ke kanan atas ( ber-slope positif), artinya jika harga barang naik penawaran barang tersebut akan naik dan sebaliknya jika harga barang turun maka penawaran barang tersebut akan turun.  Jadi, pengaruh harga barang itu sendiri terhadap penawaran barang, ditunjukkan oleh gerakan di sepanjang kurve penawaran.

Penjelasan Lengkap berupa modul dan presentasi (ppt) dapat diperoleh di http://elearning.fp.ub.ac.id

Anda dapat mengakses tautan lain yang berhubungan dengan topik Kurva Penawaran

Supply Curve

Permintaan dan Penawaran serta terbentunya Harga Pasar

Posted in Academic, Tutorial | Leave a comment

Kurva Permintaan

B.1.  Tujuan Kegiatan
Setelah mempelajari bagian ini, mahasiswa diharapkan dapat:

  • Memahami pasar kompetitif pada aktivitas ekonomi
  • Menjelaskan proses dan hukum permintaan pada pasar kompetitif
  • Menggambarkan kurva permintaan serta menghitung jumlah barang diminta berdasarkan permintaannya.
  • Mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang dan jasa

B.1.2. Uraian Materi Belajar 1

Kurve permintaan adalah suatu kurve yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang diminta oleh para pembeli.

Tabel 2.1.  Permintaan Hand-Phone pada berbagai tingkat harga.

Dalam Gb. 2.1, pada kurve dd, terdapat lima titik A,B,C,D, dan E, yang menggambarkan tiap-tiap keadaan pada tabel 2.1.  Sebagai contoh, titik A menggambarkan bahwa pada harga HP Rp. 1.000.000,- jumlah HP yang diminta pembeli sebanyak 500 buah.  Kurve permintaan suatu barang pada umumnya menurun dari kiri atas ke kanan bawah ( ber-slope negatif), yang menunjukkan sifat hubungan terbalik antara harga suatu barang dan jumlah barang yang diminta. Dengan demikian perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat pengaruh perubahan harga barang itu sendiri, ditandai oleh gerakan turun atau naik di sepanjang kurve.

Pergeseran Kurva Permintaan

Penjelasan Lengkap berupa modul dan presentasi (ppt) dapat diperoleh di http://elearning.fp.ub.ac.id

Anda dapat mengakses tautan lain yang berhubungan :

Permintaan dan Penawaran serta terbentunya Harga Pasar

Deman Curve

Posted in Academic, lecture, Tutorial | Leave a comment

Praktikum Ekonomi Mikro

Deskripsi Singkat :

Ilmu ekonomi merupakan studi tentang bagaimana masyarakat memilih penggunaan sumber-sumber daya produktif langka yang mempunyai beberapa alternatif penggunaan, untuk menghasilkan berbagai jenis komoditi, dan mendistribusikannya kepada berbagai kelompok.
Ilmu ekonomi dipelajari dengan berbagai alasan; untuk memahami segala masalah yang dihadapi masyarakat dan rumah tangga, untuk membantu pemerintah menunjang pertumbuhan dan memperbaiki kualitas hidup, serta menghindari timbulnya depresi dan inflasi, untuk menganalisis pola perilaku masyarakat. Oleh karena setiap pertanyaan ekonomi terlilbat dalam seluruh kehidupan sehari-hari maupun masalah nasional, maka pemahaman ilmu ekonomi sangatlah penting.
Ilmu ekonomi berpijak pada hukum kelangkaan, yang menganggap bahwa barang itu bersifat langka, karena keinginan orang terhadap barang itu melebihi dari yang dapat diproduksi oleh perekonomian. Barang ekonomi adalah terbatas, tidak cuma-cuma, dan masyarakat harus memilih diantara barang yang dapat diproduksi dengan sumber-sumber daya yang tersedia.
Secara garis besar, pembahasan ilmu ekonomi dibedakan menjadi 2 bagian, ilmu ekonomi yang membahas mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan rumah tangga dan sumber–sumber produksi dinamakan ilmu ekonomi mikro, sedang ilmu ekonomi yang membahas mengenai masalah-masalah yang lebih luas dinamakan ilmu ekonomi makro.
Dalam modul ini, akan dibahas secara singkat mengenai topik-topik ekonomi mikro, yaitu: hubungan pelaku ekonomi dalam perekonomian; permintaan, penawaran dan harga; elastisitas permintaan dan penawaran; teori perilaku konsumen; teori perilaku produsen; biaya produksi dan penerimaan dan struktur pasar.
Materi dalam modul ini disajikan secara komprehensip berdasarkan pendekatan tugas terstruktur yang menggunakan media pembelajaran interaktif dengan teknologi informasi (elearning)

Kompetensi :

  1. Mampu bekerjasama dalam tim yang multidisiplin
  2. Mampu merancang pengoperasian dan pengembangan unit usaha agribisnis yang inovatif, menciptakan nilai tambah dan berwawasan lingkungan.
  3. Mampu merumuskan strategi serta penggunaan metode & sumberdaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan pengembangan agribisnis masa depan
  4. Mampu berpikir analitis dan sintesis untuk mengevaluasi dan memberikan solusi pengembangan pada sistem operasi agribisnis.
  5. Mampu bernegosiasi dan berkomunikasi secara efektif dengan pemangku kepentingan dalam pengembangan sistem operasi agribisnis dengan memanfaatkan teknologi informasi

Rencana Kegiatan Pembelajaran Semester

Pustaka:

  1. Boediono. Ekonomi Mikro dan Makro. 1998. BPFE. Yogyakarta.
  2. Gregory N Mankiw. 2000. Toeri  Mikro dan Makro Ekonomi. (Terj). Penerbit Erlangga. Jakarta.
  3. Iskandar Putong. 2000. Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro. Ghalia Indonesia. Jakarta.
  4. Richard G Lipsey dan Peter O. Steiner. 1980. Economics. Harper and Row Publisher. New York.
  5. Sadono Sukirno. 1990. Pengantar Teori Mikro dan Makro Ekonomi. LPFEUI. Jakarta.
  6. Suherman Rosyidi. 1989. Pengantar Teori Ekonomi. Duta Jasa. Surabaya
Posted in Academic | Leave a comment